Make your own free website on Tripod.com
My Past Present
7 Mar, 05 > 13 Mar, 05
28 Feb, 05 > 6 Mar, 05
You are not logged in. Log in
Entries by Topic
All topics  «
susah bgt posting
susah posting
Blog Tools
Edit your Blog
Build a Blog
View Profile
Thursday, 3 March 2005
susah posting
Topic: susah posting
. PGN akan memperluas jaringan distribusi gas bumi melalui pipa di Jambi, Lampung dan Semarang yang ditargetkan selesai dan dapat mulai beroperasi pada 2006-2007, diperkirakan sepanjang 424 km dengan kapasitas 200 juta kaki kubik per hari. Proyek tersebut sudahmendapat lisensi dari BPH Migas.
Di Jambi, PGN akan membangun pipa pengangkut gas bumi sepanjang 44 km untuk suplai gas sebanyak 35 juta kaki kubik per hari. Diproyeksikan selesai pada 2005.
Di Lampung, PGN akan membangun pipa pengangkut gas bumi sepanjang 180 km untuk suplai gas sebanyak 15 juta kaki kubik per hari. Diproyeksikan selesai pada 2007.
Di Semarang, PGN akan membangun pipa pengangkut gas bumi sepanjang 200 km untuk suplai gas sebanyak 250 juta kaki kubik per hari.
Di Serang, Banten, PGN berencana menambah jaringan pipa distribusi gas bumi sepanjang 70 km dan akan diperpanjang hingga 285 km untuk suplay gas sebanyak 250 juta kaki kubik per hari, diperkirakan optimal pada 2006.
Namun, perluasan jaringan-jaringan tersebut belum tentu mendapat pasokan gas menyusul sulitnya negosiasi pembelian gas bumi dari KPS. Hingga saat ini PGN telah membuat kontrak dengan beberapa KPS, seperti, Conoco Phillips(300jt kaki kubik per hari), Kondur(470jt kaki kubik per hari), Kodeco(25jt kaki kubik per hari) dan PT. Medco E&P Indonesia(100jt kaki kubik per hari).
Di sisi lain, rencana PGN membeli gas dari lapangan Maleo, Jatim yang dioperasikan KPS asal Australia, Santos, juga tertunda akibat belum ada kesepakatan antar pihak terkait.

Investor daily, Jumat 18 februari 2005
BPH Migas Rampungkan Blue Print Pasar Bebas BBM
Badan Pengatur Hilir MInyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah membuat blue print yang mengatur tahapan pelaksanaan pasar bebas bahan bakar minyak (BBM). Tahapan itu di bagi menjadi tiga bagian.
Tahap pertama merupakan tahap transisi yang berlaku sejak UU Migas berlaku yaitu 3 November 2001 hingga 3 November 2005. pada tahap ini mulai memasuki pasar bebas, karena peran Pertamina sebagai distributor tunggal BBM sudah tidak berlaku lagi sesuai UU Migas dan UU No.5/99.
Tahap Kedua merupakan tahap penyeimbang. Berlaku dari 2005 sampai 2010, beberapa wilayah pasar BBM mulai dibuka.
Selanjutnya tahap pasar terbuka pada tahun 2010 sebagian besar BBM sudah diserahkan kepada mekanisme pasar. Pada 2010, diperkirakan pemerintah hanya akan meregulasi harga BBM premium, minyak tanah untuk rumah tangga dan soler transportasi karena pertimbangan kepentingan masyarakat banyak. Intervensi pemerintah akan diimplementasikan dengan perangkat harga atas dan bawah.
Untuk melindungi subsidi BBM pasca 2010, BPH Migas sudah mempersiapkan mekanisme public service obligation (PSO) agar pemerintah bisa membeli BBM murah bersubsidi bukan hanya dari Pertamina. Pemain asing yang tercatat ada Shell, Petronas dan ptrochina. Pemain local ada Elnusa dan Simarancang Perdana.
Untuk berperan di bisinis ritel BBM, BPH Migas telah membuat aturan asing boleh memiliki dan mengoperasikan (company on company operate/COCO) dengan peran maksimum sebesar 20% dan sisanya wajib bekerja sama dengan lokal. Asing wajib memiliki cadangan di wilayah Indonesia dan wajib berbadan hukum Indonesia agar mudah diawasi dan tunduk pada hukum Indonesia.
Saat ini BPH Migas sedang menyusun pemetaan wilayah dan kebutuhan BBM di Indonesia untuk mengetahui kebutuhan BBM untuk industri dan rumah tangga dan dapat mempermudah aturan main wilayah yang boleh dimasuki sebagai wilayah bisnis sehingga melancarkan suplai kebutuhan BBM.

Berpotensi pembagian wilayah, perjanjian tertutup,

Republika, Jumat 18 februari 2005
Aturan Main Distribusi BBM Swasta Selesai April
Aturan main distribusi BBM yang baru kemungkinan sudah akan selesai April 2005 denga nama resmi Pedoman Wilayah Distribusi Niaga. Peraturan ini sebagai antisipasi setelah Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya pihak yang mendistribusikan

Posted by thepastpresent at 11:47
Post Comment | Permalink
susah bgt posting
Topic: susah bgt posting
. PGN akan memperluas jaringan distribusi gas bumi melalui pipa di Jambi, Lampung dan Semarang yang ditargetkan selesai dan dapat mulai beroperasi pada 2006-2007, diperkirakan sepanjang 424 km dengan kapasitas 200 juta kaki kubik per hari. Proyek tersebut sudahmendapat lisensi dari BPH Migas.
Di Jambi, PGN akan membangun pipa pengangkut gas bumi sepanjang 44 km untuk suplai gas sebanyak 35 juta kaki kubik per hari. Diproyeksikan selesai pada 2005.
Di Lampung, PGN akan membangun pipa pengangkut gas bumi sepanjang 180 km untuk suplai gas sebanyak 15 juta kaki kubik per hari. Diproyeksikan selesai pada 2007.
Di Semarang, PGN akan membangun pipa pengangkut gas bumi sepanjang 200 km untuk suplai gas sebanyak 250 juta kaki kubik per hari.
Di Serang, Banten, PGN berencana menambah jaringan pipa distribusi gas bumi sepanjang 70 km dan akan diperpanjang hingga 285 km untuk suplay gas sebanyak 250 juta kaki kubik per hari, diperkirakan optimal pada 2006.
Namun, perluasan jaringan-jaringan tersebut belum tentu mendapat pasokan gas menyusul sulitnya negosiasi pembelian gas bumi dari KPS. Hingga saat ini PGN telah membuat kontrak dengan beberapa KPS, seperti, Conoco Phillips(300jt kaki kubik per hari), Kondur(470jt kaki kubik per hari), Kodeco(25jt kaki kubik per hari) dan PT. Medco E&P Indonesia(100jt kaki kubik per hari).
Di sisi lain, rencana PGN membeli gas dari lapangan Maleo, Jatim yang dioperasikan KPS asal Australia, Santos, juga tertunda akibat belum ada kesepakatan antar pihak terkait.

Investor daily, Jumat 18 februari 2005
BPH Migas Rampungkan Blue Print Pasar Bebas BBM
Badan Pengatur Hilir MInyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah membuat blue print yang mengatur tahapan pelaksanaan pasar bebas bahan bakar minyak (BBM). Tahapan itu di bagi menjadi tiga bagian.
Tahap pertama merupakan tahap transisi yang berlaku sejak UU Migas berlaku yaitu 3 November 2001 hingga 3 November 2005. pada tahap ini mulai memasuki pasar bebas, karena peran Pertamina sebagai distributor tunggal BBM sudah tidak berlaku lagi sesuai UU Migas dan UU No.5/99.
Tahap Kedua merupakan tahap penyeimbang. Berlaku dari 2005 sampai 2010, beberapa wilayah pasar BBM mulai dibuka.
Selanjutnya tahap pasar terbuka pada tahun 2010 sebagian besar BBM sudah diserahkan kepada mekanisme pasar. Pada 2010, diperkirakan pemerintah hanya akan meregulasi harga BBM premium, minyak tanah untuk rumah tangga dan soler transportasi karena pertimbangan kepentingan masyarakat banyak. Intervensi pemerintah akan diimplementasikan dengan perangkat harga atas dan bawah.
Untuk melindungi subsidi BBM pasca 2010, BPH Migas sudah mempersiapkan mekanisme public service obligation (PSO) agar pemerintah bisa membeli BBM murah bersubsidi bukan hanya dari Pertamina. Pemain asing yang tercatat ada Shell, Petronas dan ptrochina. Pemain local ada Elnusa dan Simarancang Perdana.
Untuk berperan di bisinis ritel BBM, BPH Migas telah membuat aturan asing boleh memiliki dan mengoperasikan (company on company operate/COCO) dengan peran maksimum sebesar 20% dan sisanya wajib bekerja sama dengan lokal. Asing wajib memiliki cadangan di wilayah Indonesia dan wajib berbadan hukum Indonesia agar mudah diawasi dan tunduk pada hukum Indonesia.
Saat ini BPH Migas sedang menyusun pemetaan wilayah dan kebutuhan BBM di Indonesia untuk mengetahui kebutuhan BBM untuk industri dan rumah tangga dan dapat mempermudah aturan main wilayah yang boleh dimasuki sebagai wilayah bisnis sehingga melancarkan suplai kebutuhan BBM.

Berpotensi pembagian wilayah, perjanjian tertutup,

Republika, Jumat 18 februari 2005
Aturan Main Distribusi BBM Swasta Selesai April
Aturan main distribusi BBM yang baru kemungkinan sudah akan selesai April 2005 denga nama resmi Pedoman Wilayah Distribusi Niaga. Peraturan ini sebagai antisipasi setelah Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya pihak yang mendistribusikan

Posted by thepastpresent at 11:41
Post Comment | Permalink
TEST POSTING
wah gile gw berapa kali bikin blog, tiap posting ga pernah kelksdjf;oasg;oaisf;okasg;oiasjf;okasjgkasjklajsfgkajsgf;klasjg;laksjfg;oaisj;oairjg;oairejg;oaeirjg;oaeigj;oagj;ajg;oaierjgl;dkfjnllkjlkj;lkjl;kj;lj;ljalfgalkflaskdfjlkasdjflkasdjflkasdlfjasdfasdfsadagdfsdfgsdfgsdfgsdfgsdfgsdfgsdfgfgdsfgsda fasdmfnasmdnfksaj jhfas f shf;asdf;lkasdjflaksdjflaskjf;iasug;oisajdg;iasdjgf;oiasdjfdijadwalkan berjalan mulai awal 2007 dengan volume awal 170 juta kaki kubik per hari dan meningkat bertahap sampai 400 juta kaki kubik per hari atau setara dengan 2,7 juta kilo liter LNG per tahun.
Total gas bumi yang dibeli PGN sendiri sebesar 2,3 triliun kaki kubik senilai US$ 4, 3 milliar atau sekitar Rp39 triliun, untuk jangka waktu pengiriman selama 17 tahun. Tambahan pasokan gas mulai 2007 diperkirakan PGN akan memberikan ambahan pendapatan 200 juta dollar AS per tahun dan akan terus meningkat sampai dengan 500 juta dollar AS pada tahun 2011.

Investor daily, Rabu 2 Maret 2005
Tender 64 Blok Migas Ditunda Hingga April
Pemerintah menunda pelaksanaan tender 64 blok minyak dan gas, yang semula akan dilakukan bulan maret, menjadi April 2005. Hal ini dikarenakan pemerintah harus mengkaji ulang bberapa term and condition dari blok-blok tersebut. Pesertanya nanti bisa beragam, baik dari lokal maupun internasional.
Blok migas yang ditawarkan meliputi, 20 blok migas baru yang ditenderkan secara terbuka, 20 blok yang ditawarkan melalui metode direct offer atau penunjukan langsung atas inisiatif dari kontraktor production sharing (KPS), dan 24 blok migas sisa dari penawaran 2004 yang tidak terjual.
Pelaksanaan tender akan dilakukan sekaligus. Namun, khusus untuk 24 blok sisa tahun lalu, bisa langsung diberikan bagi siapa saja yang memang berminat, mengingat hal ini sudah dianggap pernah ditenderkan.
20 blok migas yang didirect offer diajukan langsung oleh 20 perusahaan minyak dari seluruh wilayah Indonesia. Perusahaan yang mengajukan penawaran, diminta komitmenya untuk melakukan eksplorasi selama enam bulan. Jika tidak melakukan kegiatan, maka blok tersebut harus dikembalikan ke BP Migas. 24 blok sisa penawaran tahun sebelumnya, kebanyakan berada di Sumatera Selatan dan Papua, termasuk di Blok Malacca Straits dan Natuna.
Semula tender akan dilaksanakan pada Januari 2005, namun jadwal tersebut diundur menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi yang meminta tiga pasal dalam UU migas dikaji ulang. Saat itu, pemerintah mengatakan blok migas yang akan ditender antara lain di wilayah Jatim (Madura), Selat Makassar dan Kepulauan Natuna. Sementara jumlah blok yang ditawarkan hanya mencapai 55 blok, yakni 20 blok baru, 20 blok merupakan sisa penawaran tahun lalu dan sisanya merupakan usulan kontraktor. Dalam proses tender tersebut, pemerintah menjanjikan keringanan antara lain berupa fiskal, bea masuk danmasalah perpajakan lainnya yang akan ditungkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri ESDM, Menkeu, dan Menteri Perdagangan.
Sebelumnya, tender dikabarkan akan berlangsung Maret 2005, seiring dengan terselesaikan kajian pemerintah mengenai perubahan peraturan fiskal dalam sektor migas yang hingga saat ini membuat investor resah. Pasalnya, aturan perpajakan tersebut dirasa pengusaha di sektor migas cukup memberatkan.

Posted by thepastpresent at 10:55
Updated: Thursday, 3 March 2005 11:11
Post Comment | Permalink
Thursday, 24 February 2005
Punya blog juga
Hahaha.... beberapa saat setelah gw bikin blog ini, gw baru tau kalo ternyata dia punya blog juga sejak may 2004

Posted by thepastpresent at 00:01
Updated: Thursday, 3 March 2005 10:58
Post Comment | Permalink

Newer | Latest | Older